Wednesday, June 18, 2008

Sang Murabbi : Mencari Spirit yang Hilang

Film Inspiratif dan Sinopsis Sang Murabbi ; Mencari Spirit yang Hilang

Sangmurabbi.com. Film ini berkisah tentang perjalanan dakwah Ustadz Rahmat Abdullah. Berawal dari persepsi positif Ustadz Rahmat muda tentang profesi guru, yang merupakan rekfleksi cita-citanya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap kali ditanya orang, apa cita-citanya, ia akan menjawab dengan mantap: menjadi guru!

Persepsi itu kemudian menjadi elan vital yang menggerakkan seluruh energi hidup Ustadz Rahmat, ketika ia menimba ilmu di pesantren Asy Syafiiyah di bawah asuhan KH Abdullah Syafii. Bakat besar dan pemikirannya yang brilian, menjadikan Ustadz Rahmat dikagumi oleh setiap orang, terutama gurunya, KH Abdullah Syafii, yang menjadikan Ustad Rahmat muda sebagai murid kesayangannya.

Ustadz Rahmat muda mulai merintis kariernya sebagai guru selulus dari Asy Syafiiyah. Selain di almamaternya, ia juga mengajar di sekolah dasar Islam lainnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Perjalanan karier yang dipilihnya itu kemudian mempertemukannya dengan guru keduanya, Ustadz Bakir Said Abduh yang mengelola Rumah Pendidikan Islam (RPI). Melalui ustadz lulusan pergururan tinggi di Mesir itu, Ustadz Rahmat banyak membaca buku-buku karya ulama Ikhwanul Muslimin, salah satunya adalah buku Da’watuna (Hasan Al-Bana) yang kemudian ia terjemahankan menjadi Dakwah Kami Kemarin dan Hari Ini (Pustaka Amanah).

Situasi ini, membuat potensi bakat Ustadz Rahmat Abdullah melejit dengan banyaknya referensi bacaan yang ia konsumsi, mulai dari kitab Arab klasik yang sudah sulit dicari, sampai buku-buku sastra dan budaya. Ia pun dikenal sebagai dai yang lengkap, karena tidak cuma menguasai ilmu-ilmu Islam yang “standard” tetapi juga persoalan-persoalan kontemporer.

Potret paripurna kedaian Ustadz Rahmat terlihat ketika ia membina para pemuda di lingkungan rumahnya di kawasan Kuningan. Ustadz Rahmat menggunakan pendekatan yang masih sangat langka di kalangan dai, yaitu dengan grup teater yang didirikannya. Para pemuda itu diasuhnya dalam organisasi bernama Pemuda Raudhatul Falah (PARAF) yang menghidupkan masjid Raudhatul Falah di bilangan Kuningan dengan kegiatan-kegiatan keislaman.

Pementasan grup teater binaan Ustadz Rahmat muda itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Salah satunya adalah pementasan berjudul Perang Yarmuk. Pada pementasan inilah, Ustadz Rahmat dan para pemuda PARAF harus berhadapan dengan aparat yang mencoba membubarkan pementasan.

Akibat pementasan itu, Ustadz Rahmat dikenai wajib lapor. Tapi, hingga hari ini, Ustadz Rahmat tidak pernah mau meladeni aturan yang menindas kebebasan itu.

“Saya tidak akan pernah datang ke kantor kalian,” kata Ustadz Rahmat kepada Suryo, seorang aparat yang bertugas menyatroninya. “Kalau ibu saya yang memanggil, baru saya mau datang.”

Keteguhan pada prinsip dan ketegasan sikapnya itulah yang membuat Suryo ngeper. Hingga bertahun kemudian keteguhan dan ketegasan itu tetap terpelihara dengan baik, meski Almarhum harus terlibat dalam wasilah (sarana) dakwah bernama partai. Ia tetap dikenal sebagai guru ngaji, inspirator kaum muda yang progresif dan berpikiran jauh ke depan. Undangan daurah satu ke daurah yang lain tetap disambanginya. Tak ada yang berubah, termasuk ciri khas yang menjadi warisan dari kedua orang tuanya yang mulia: kesederhanaan.

Ustadz Rahmat memang berada di jenjang tertinggi partai, serta terpilih pula sebagai wakil rakyat di DPR pusat. Namun, ia kerap dipergoki sedang menyetop bus kota untuk mendatangi sebuah undangan. Ia kerap terlihat jalan kaki untuk jarak yang cukup jauh. Tak ada yang berubah, karena ia sadar betul bahwa langkah itulah yang dimulainya dulu sebagai permulaan di jalan dakwah.

Hingga akhirnya, di sebuah hari yang sibuk dan berat, Ustadz Rahmat merasakah tanda-tanda kesehatannya terganggu. Namun, rasa tanggung jawabnya yang besar terhadap amanah dakwah, membuat ia tak begitu mempedulikan tanda-tanda itu.

Ia masih terlibat dalam sebuah syuro penting. Lalu, saat adzan berkumandang dan ia beranjak untuk memenuhi panggilan suci itu, ia berjalan ke tempat wudhu. Saat berwudhu, tanda-tanda itu makin kuat, menelikung pembuluh darah di bagian lehernya. Ia coba untuk menyempurnakan wudhunya, tapi rasa sakit yang merejam-rejam kepalanya membuatnya limbung.

Disaksikan oleh Ustadz Mahfudzi, salah seorang muridnya, Ustadz Rahmat nyaris terjatuh. Ustadz Mahfudzi cepat memapahnya, lalu mencoba menyelamatkan situasi. Tetapi Allah lebih sayang kepada Ustadz Rahmat Abdullah. Innalillahi wa innailaihi raaji’uun…Syaikhut Tarbiyah itu meninggalkan kita dengan senyum yang amat tulus…hujan air mata dari seluruh pelosok tempat mengiringi kepulangan beliau.

Pastinya film ini sangat saya nanti-nanti……semoga berjalan sesuai rencana….ada bagian dari percakapan film ini yang saya sukai….dan adek2pun tersenyum ketika menyaksikanya…

“Tapi afwan ya bi, jangan marah. Saya masih bingung besok masak apa. Uang yang abi kasih udah abis. “ “mmhm…Kalau uang udah abis, kita minta aja lagi sama Allah”
“Kan Allah kasihnya sama abi, jadi saya mintanya sama abi”
“Kalau uang udah abis Nai, itu berarti rejeki udah mo datang lagi. Kayak sumur aja. Kalau sumurnya kering, berarti ujan udah mo datang. “
“Abi lagi gak punya uang ya ?”

Sumber ; SangMurabbi.com
Ditulis pada Mei 29, 2008 oleh yuari

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Ditulis oleh yuari

Birrul Walidain merupakan kebaikan-kebaikan yang dipersembahkan oleh seorang anak kepada kedua orang tuanya, kebaikan tersebut mencakup dzahiran wa batinan dan hal tersebut didorong oleh nilai-nilai fitrah manusia. Wajibatul walid (kewajiban orang tua) ialah orang tua berkewajiban mempersiapkan anak-anaknya agar berbakti kepadanya. Sabda Rasulullah “Allah merahmati orang tua yang menolong anaknya untuk bisa berbakti kepadanya”.

Keutamaan-keutaman dari Birrul Walidain

Ahabul ‘amali illalahi ta’ala (amal yang paling dicintai disisi Allah SWT)

Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abdir Rahman Abdillah Ibni Mas’ud ra “Aku pernah bertanya kepada Nabi SAW amal apa yang paling di cintai disisi Allah?” Rasulullah bersabda “ Shalat tepat pada waktunya”. Kemudian aku tanya lagi “Apa lagi selain itu?” bersabda Rasulullah “Berbakti kepada kedua orang tua” Aku tanya lagi “ Apa lagi ?”. Jawab Rasulullah “ Jihad dijalan Allah”. Ini berarti diantara 2 amal yang paling dicintai Shalat tepat waktu dan jihad fisabilillah tidak berarti jika durhaka kepada orang tua. Ini dikisahkan bahwa Rasulullah pernah menolak salah seorang sahabat untuk berjihad dijalan Allah karena belum mendapat ridha orang tua. Akhirnya Rasulullah memperintahkan sahabat tsb untuk segera pulang memperbaiki hubungan dengan kedua orang tuanya.

Laisajaza an min waladin ila walidih (Bakti kepada orang tua bukanlah merupakan suatu balas budi)

Seseorang anak tidak akan dapat membalas jasa kedua orang tua. Sebagaimana dalam hadist “Tidak akan dapat membalas seorang anak kepada orang tuanya melainkan anak itu mendapatkan orang tuanya sebagai hamba sahaya lalu dia membelinya kemudian memerdekakannya”.

Al ummu hiya ahaqu suhbah (perioritas untuk mendapat perlakuan yang lebih dekat dari kedua orang tua ialah ibu)

Dikisahkan seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah “Siapakah yang lebih berhak diantara manusia yang paling harus aku perlakukan secara baik?” menjawab Rasulullah “Ibumu” Bertanyalah lagi sahabat tsb “Siapalagi Ya Rasulullah?” Menjawab Rasulullah “Ibumu” Bertanyalah lagi sahabat tsb “Siapalagi Ya Rasulullah?” Jawab Rasulullah “Ibumu” Bertanyalah lagi sahabat tsb “Siapalagi Ya Rasulullah?” Barulah Rasulullah menjawab “Bapakmu”. Dalam Qs. 31:14 Allah memerintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya, terutama pada ibunya yang telah mengandung dan menyusuinya.

Makruman bi ibadatillah (Berbakti kepada orang tua dibarengi dengan ibadah kepada Allah SWT)

Qs. Al Israa’ ayat 23 Allah memerintahkan untuk beribadah kepada-Nya dan berbuat baik kepada kedua orang tua melarang perkataan “ah” dan membentak kepada keduanya dan mengucapkan perkataan yang mulia. Ayat ini mengartikan bahwa berbakti kepada orang tua sama wajibnya dengan ibadah kepada Allah SWT.

Unsur-unsur Birrul Walidain

Seorang anak ketika ingin berbakti kepada kedua orang tuanya harus bersikap atau berakhlak yang terkait dengan unsur-unsur Birrul Walidain . Jika unsur-unsur tsb tidak terpenuhi maka hukukul walidain (durhaka kepada orang tua). Unsur-unsur Birrul Walidain yaitu:

Al muhaqodhotu alal kaul

Seorang anak hendaknnya menjaga dan memelihara ucapannya dihadapan orang tua, terlebih bagi mereka yang sudah berusia lanjut jangan sampai perkataan atau perbuatannya menyinggung perasaan mereka, sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam Qs.17 : 23.

Khofdul Jannah

Sikap bahasa tubuh seorang anak tidak boleh membusungkan dada terhadap orang tua melainkan merendahkan diri kepada keduanya dengan penuh kasih sayang dan mendoakan mereka agar keduanya dikasihi Allah sebagaiman mereka mengasihinya waktu kecil. Hal ini diperintahkan Allah SWT dalam Surat Al Israa’ ayat 24.

Attoah Almushahabah

Akhlaq seorang anak yang taat dan kedekatan serta keakraban terhadap orang tua. Walaupun mungkin ketidaktaatan seorang anak kepada orang tua karena permasalahan yang sangat syar’i (prinsip) tetapi sikap mushahabah (keakraban) tetap harus dilakukan karena itu merupakan hak orang tua, Allah menjelaskannya dalam Qs. 31:15.

Sabatulbirri ba’da wafatihima

Tetap berkewajiban berbakti kepada orang tua setelah kedua meninggal dunia. Dalam surat An Anjm ayat 39-41 bahwa Allah SWT memberikan kesempatan kepada orang tua yang meninggal dunia masih memiliki simpanan amal kebaikan yang dapat diperoleh dari anak-anak yang sholeh dan sholeha. Dalam suatu hadist dikisahkan bahwa suatu ketika datang seseorang menghadap Rasulullah SAW kemudian berkata “Ya Rasulullah apakah masih ada kesempatan untuk berbakti aku kepada orang tuaku setelah keduanya meninggal dunia?” Rasulullah dengan tegas menjawab “Ya, masih ada”. Ada 5 hal yang harus dijalankan setelah kepada seorang anak agar berbakti kepada orang tua yang telah meninggal :

Asshalatu ‘alaihima (berdo’a untuk keduanya)

Wal isthigfaru lahuma (memohonkan ampun keduanya)

Wainfadzu ahdihima (melaksanakan janji-janjinya)

Waiqramu shadiqihima (memuliakan teman-teman keduanya)

Wasilaturrahimmisilati latu shallu illa bihima (silaturrahmi kepada orang-orang yang tidak ada hubungan silaturahmi kecuali melalui wasilah kedua orang tua)

Kisah-kisah Para Nabi & sahabat Rasulullah SAW dalam mempraktekan Birrul Walidain

Kisah Nabi Ibrahim As

Nabi Ibrahim As mempunyai ayah yang bernama Azar yang aqidah-nya berseberangan dengan Nabi Ibrahim As tetapi tetap menunjukan birrul walidain yang dilakukan seorang anak kepada bapaknya. Dalam menegur ayahnya beliau menggunakan kata-kata yang mulia dan ketika mengajak ayahnya agar kejalan yang lurus dengan kata-kata yang lembut sebagaimana dikisahkan Allah pada Qs. 19 : 41-45.

Kisah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW yang telah ditinggal ayahnya Abdullah karena meninggal dunia saat Rasulullah masih dalam kandungan ibunya Aminah. Dalam pendidikan birrul walidain ibunya mengajak Rasulullah ketika berusia 6 tahun untuk berziarah kemakam ayahnya dengan perjalanan yang cukup jauh. Dalam perjalanan pulang ibunda beliau jatuh sakit tepatnya didaerah Abwa hingga akhirnya meninggal dunia. Setelah itu Rasulullah diasuh oleh pamannya Abdul Thalib, beliau menunjukan sikap yang mulia kepada pamannya walaupun aqidah pamannya berbeda dengan Rasulullah. Dan Rasulullah berbakti pula kepada bibinya yang bernama Sofiah binti Abdil Mutthalib.

Kisah Abu Bakar As Siddiq ra

Abu Bakar As Siddiq ra adalah sahabat Rasulullah SAW yang patut ditauladani dalam berbaktinya terhadap orang tua. Disaat orang tuanya telah memasuki usia yang sangat udzur, bukan hanya perkataan yang lemah lembut lagi mulia dan sikap yang baik melainkan juga beliau dapat mengajak bapaknya yakni Abu Khuwafah untuk beribadah kepada Allah SWT dan mengakui Islam sebagai pedoman hidupnya dan hal ini dinanti oleh Abu Bakar dengan cukup lama. Allah berfirman dalam QS 14 : 40 – 41 ayat yang do’a agar anak, cucu dan seluruh anggota keluarganya menjadi orang-orang yang muqiimas shalat (mendirikan shalat) dan diampuni dosa-dosanya. Ayat ini merupakan suatu kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada kelurga Abu Bakar As Siddiq ra.

Kisah Sa’ad Bin Abi Waqas ra

Sa’ad bin Abi Waqas ra menerapkan bagaiman konteks Birrul Walidain mempertahankan keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Saat ibunya mengetahui bahwa Sa’ad memeluk agama Islam, ibunya mempengaruhi dia agar keluar dari Islam sedangkan Sa’ad terkenal sebagai anak muda yang sangat berbakti kepada orang tuanya. Ibunya sampai mengancam kalau Sa’ad tidak keluar dari Islam maka ia tidak akan makan dan minum sampai mati. Dengan kata-kata yang lembut Sa’ad merayu ibunya “ Jangan Kau lakukan hal itu wahai Ibunda, tetapi saya tidak akan meninggalkan agama ini walau apapun gantinya atau resikonya”. Tidak bosan-bosannya Sa’ad menjenguk ibunya dan tetap berbuat baik kepadanya serta menegaskan hal yang sama dengan lemah lembut sampai suatu ketika ibunya menyerah dan menghentikan mogok makannya. Kisah ini juga merupakan asbabun nujul turunnya ayat Qs 31 : 15.


Ketika seorang anak berbakti kepada orang tua merupakan suatu bakti yang tidak hanya sekedar didunia tetapi juga di yaumil akhir.

SEMINAR MENARA GADING

Buat Bakal2 Mahasiswa....

Assalamualaikum wmt wbt... Pertama sekali ingin sekali saya mengucapkan setinggi2 tahniah buat adik2 yang bakal bergelar mahasiswa pada Julai 2008 ini. Sebelum ke menara gading, tentu sekali adik2 berasa gementar, nervous, cuak dan yang sewaktu dengannya. Tentu juga adik2 tertanya2 apakah persediaan yang perlu adik2 lakukan (terutama sekali persediaan ruhiyyah...) Jadi, untuk menyelesaikan masalah2 yang membelenggu fikiran adik2, adalah pilihan yang sangat tepat bagi adik2 untuk menyertai program seperti yang dipaparkan di bawah :


PROGRAM :
SEMINAR MENARA GADING 2008


TEMA :
"Membina Mahasiswa Penggerak Ummah"

TARIKH :
22 JUN 2008

MASA :
8.00 AM - 5.30 PM

TEMPAT :
USM,KAMPUS KEJURUTERAAN,NIBONG TEBAL.

ANJURAN :
KELAB REMAJA JIM & KARISMA

Sebarang penyertaan atau pertanyaan lanjut, bolehlah menghubungi :

Latifah Bee - 019 4383131
Fauziah Hanim- 019 4223628

Semoga program ini mampu memberi manfaat kepada adik2... Selamat menempuhi alam kampus... ;)

Monday, June 16, 2008

KBM di SEK MEN KEB PTG PASIR




Assalamualaikum,

14 & 15 Jun 2008 SMK PMTG PASIR,PERMATANG PAUH.Alhamdulillah bersyukur kehadrat Allah masih lagi dikurniakan kesihatan dan keimanan...untuk berprogram Keindahan Bersama Mu bersama dengan adik kasih & sayang Asrama Sek Men Keb Permatang Pasir.Terima Kasih kepada ustazah saliza dan warden aspura & aspuri kerana melayani Team KRJ Motivation...jasamu tetap dikenang.Bilangan peserta seramai 200 org serta fasilitator seramai 30 org yg terdiri dari aktivis spt Doktor,Guru,Ustazah,Engineer,Pengurus Syarikat Swasta dan Pelajar IPT.Dengan Motto yang kami bawa KEINDAHAN BERSAMA MU dapat mengenali lebih rapat dengan adik2 kasih dan sayang.kami doakan semoga menyerlah dari yang biasa.


Fasilitator


Peserta Aspura


Peserta Aspuri




KMKY



Satu Tekad


Fasilitator Program


Inteam


MKMS

Hijab Not Hijab

Wednesday, June 11, 2008

PROGRAM KBM REMAJA


Assalamualaikum,

PROGRAM KBM REMAJA

TARIKH : 14 & 15hb JUN 2008
TEMPAT : SEK MEN KEB PERMATANG PASIR,PERMATANG PAUH.
PESERTA : 200 ORG
FASILITATOR : 30 ORG

DOAKAN SEMOGA TEAM KBM PENANG DIRAHMATI ALLAH DISEPANJANG PROGRAM.

Tuesday, June 10, 2008

Pengorbanan Seorang Ibu...


Baca dengan nada penghayatan... Coretan Pengorbanan seorang ibu....

Orang kata aku lahir dari perut mak..
Bila dahaga, yang susukan aku.. mak
Bila lapar, yang suapkan aku..ibu
Bila keseorangan, yang sentiasa di sampingku.. mak
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut.. Bu!
Bila bangun tidur, aku cari.. mak
Bila nangis, orang pertama yang datang ..mak
Bila nak bermanja... aku dekati mak
Bila nak bergesel... aku duduk sebelah mak
Bila sedih, yang boleh memujukku hanya mak
Bila nakal, yang memarahi aku... mak
Bila merajuk... yang memujukku cuma..mak
Bila melakukan kesalahan... yang paling cepat marah..mak
Bila takut... yang tenangkan aku.. mak
Bila nak peluk... yang aku suka peluk..mak

Aku selalu teringatkan ..mak
Bila sedih, aku mesti talipon... Mak
Bila seronok... orang pertama aku nak beritahu... mak
Bila bengang.. aku suka luah pada ..Mak
Bila takut, aku selalu panggil.. "makkkkkkkkkkkk! "
Bila sakit, orang paling risau adalah ..Mak
Bila nak exam, orang paling sibuk juga Mak
Bila buat hal, yang marah aku dulu..Mak
Bila ada masalah, yang paling risau.. Mak

Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni... Mak
Yang selalu masak makanan kegemaranku. . Mak
Yang selalu simpan dan kemaskan barang-barang aku, Mak
Yang selalu berleter kat aku.. . Mak
Yang selalu puji aku.. Mak
Yang selalu nasihat aku.. .Mak

Bila nak kahwin..
Orang pertama aku tunjuk dan rujuk... Mak

Aku ada pasangan hidup sendiri
Bila seronok... aku cari pasanganku
Bila sedih... aku cari Mak
Bila berjaya... aku ceritakan pada pasanganku
Bila gagal... aku ceritakan pada Mak
Bila bahagia, aku peluk erat pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat Mak
Bila nak bercuti... aku bawa pasanganku
Bila sibuk... aku terlupa pada Mak
Bila sambut valentine... Aku hadiahi bunga pada pasanganku
Bila sambut hari ibu... aku cuma dapat ucapkan Selamat Hari Ibu
Selalu... aku ingat pasanganku
Selalu... Mak ingat kat aku
Bila-bila... aku akan talipon pasanganku
Entah bila.. aku nak talipon Mak
Selalu... aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah bila.... aku nak belikan hadiah untuk Mak

Renungkan:

Dulu Mak pernah kata: "Kalau kamu sudah habis belajar dan berkerja... bolehkah kamu kirim wang untuk Mak? Mak bukan nak banyak... lima puluh ringgit sebulan pun cukuplah".
Berderai air mata. Hari ini kalau Mak mahu lima ratus sebulan pun aku mampu. Aku boleh kirimkan. Tapi Ibu sudah tiada.

ingatlah pengorbanan ibuuuuu....